Pengukuhan Guru Besar di UIN Mahmud Yunus Batusangkar “Prof. Dr.H Syukri Iska, M.Ag dan Prof. Dr. H. Zainuddin,MA”

Batusangkar, Senin 23/10/2023 Rektor Universitas Negeri Mahmud Yunus Batusangkar Prof. Dr. Marjoni Imamora, M.Sc mengukuhkan dua orang Guru Besar. Yaitu Prof. Dr. H. Zainuddin,MA sebagai Guru Besar dalam bidang ilmu Fikih dan Prof. Dr.H Syukri Iska, M.Ag sebagai Guru besar dalam bidang Ilmu ekonomi Syariah. Prof. Dr. Marjoni Imamora mengatakan menjadi seorang Guru Besar harus mencerminkan kehati-hatian, kearifan, keluasan pandang, serta kebijaksanaan dalam bersikap. Karna Guru Besar adalah cerminan banyak orang.

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Dr. Rizal,. M.Ag.,C.R.P mengucapkan selamat kepada kedua guru besar/prof yang di kukuh kan. Beliau juga ikut andil dalam membacakan biografi Prof. Dr.H Syukri Iska, M.Ag.

This image has an empty alt attribute; its file name is GridArt_20231023_105937803-1024x1024.jpg

Prof. Dr.H Syukri Iska, M.Ag Mengatakan “Dalam konstelasi ekonomi global saat ini, Indonesia sebagai negara besar, baik secara geografis maupun demografis dan budaya, seharusnya memiliki daya tawar yang tinggi, dengan secara konsisten memperlakukan system ekonominya yang sangat elegan, sebagai satu system eknomi beridentitas dan berintegritas, yakni system ekonomi berimbang (equibilium economic system) berbasis Pancasila, yang berkorelasi dengan system ekonomi Islam yang telah menjadi bagian dari system ekonomi global”.

Dalam orasinya Prof. Dr. H. Zainuddin, M.A menyampaikan pemetaan politisasi agama dalam Pilpres 2019, kampanye yang dilakukan oleh kontestan pemilu biasanya menimbulkan polarisasi, di Indonesia polarisasi itu cenderung terpola menjadi dua, yaitu nasionalis dan religius.

Nasionalis dan religius, namun fenomena politisasi agama, terutama agama Islam semakin menguat. Hal ini wajar, karena mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam. Konten keagamaan yang ditonjolkan pun cukup bervariasi, seperti ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya dan lain-lain.

Dalam orasinya pria kelahiran Kuala Simpang Aceh Timur Provinsi Aceh ini memetakan isu-isu keagamaan pada pilpres 2019 kepada, Simpatik Isu, Non Simpatik (Negatif) Isu dan Konter Isu.

Leave a Reply