Batusangkar, 25 Oktober 2024 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar menyelenggarakan kegiatan sosialisasi Kode Etik Mahasiswa yang bertujuan memperkuat pemahaman mahasiswa tentang pentingnya etika dalam lingkungan akademik dan memitigasi adanya pelanggaran kode etik oleh mahasiswa di masa perkuliahnnya. Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh mahasiswa baru dari semua program studi yang ada di FEBI, yang berkomitmen untuk bersama-sama menciptakan suasana akademik yang berlandaskan nilai-nilai Islam dan profesionalisme.
Dekan FEBI, yang diwakili oleh Dr. Wahidah Fitriani, S. Psi., MA. membuka acara sekaligus menjadi narasumber dalam kegiatan ini, menggarisbawahi bahwa kode etik bukan sekadar aturan, melainkan fondasi yang harus diterapkan oleh setiap mahasiswa dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan kampus. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa memahami dan menaati kode etik merupakan langkah awal untuk membentuk karakter mahasiswa yang tangguh dan berintegritas. “Kode etik ini berfungsi sebagai panduan moral yang membantu mahasiswa memahami batas-batas perilaku yang etis dan tidak etis, serta meningkatkan rasa tanggung jawab terhadap sesama dan terhadap lembaga yang kita banggakan bersama ini,” ungkap Dr. Wahidah.
Selanjutnya, sebagai Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerjasama FEBI, yaitu Dr. Wahidah Fitriani, S. Psi, MA. menyampaikan penjelasan terperinci mengenai setiap aspek kode etik yang berlaku. Dr. Wahidah menyoroti beberapa prinsip penting, seperti menjunjung tinggi kejujuran akademik, berpakaian dan bertindak sopan dan saling menghormati, berkata santun serta memelihara nama baik almamater. Di hadapan mahasiswa, ia membahas situasi-situasi tertentu yang sering dijumpai dalam interaksi sehari-hari, seperti cara berpakaian, cara berkomunkasi, cara menghindari plagiarism, cara menghadapi perbedaan pandangan dengan teman dan dosen, cara menanggapi tugas akademik dengan profesional, serta cara mengelola emosi dalam situasi yang sulit dan cara menghindari pergaulan bebas yang dapat menjerumuskan mahasiswa menjadi melakukan pelanggaran berat yang berakibat pada sanksi di drop out dari kampus.

Selama sesi tanya jawab, mahasiswa mengajukan berbagai pertanyaan yang menggambarkan pengalaman dan tantangan yang mereka hadapi di lingkungan kampus. Salah satu pertanyaan yang menarik adalah tentang bagaimana mengenal diri sendiri agar bisa menjadi mahasiswa yang berkarakter dan punya integritas. Dr. Wahidah menjelaskan bahwa mengenal diri adalah proses berkelanjutan yang terus tumbuh seiring dengan waktu. Dengan lebih memahami siapa diri kita dan tujuan yang ingin dicapai, kita dapat menjalani kehidupan kampus dengan karakter yang lebih kuat, integritas yang tinggi, serta semangat untuk memberi dampak positif bagi diri sendiri dan orang lain. Dr. Wahidah pun menyarankan agar mahasiswa melakukan refleksi diri secara rutin, mengenali nilai dan prinsip hidup khususnya mengenali dan mendekatkan diri pada Allah agar bisa lebih mengenal diri sendiri, mengidentifikasi kelebihan dan kelemahan, menetukan tujuan jangka pendek dan jangka panjang, terbuka terhadap umpan balik, menjaga komitmen terhadap integritas, melatih disiplin dan konsistensi mengikuti kegiatan pengembangan diri melalui berorganisasi dan ikut beragam kompetisi, serta memilih teman dan lingkungan yang baik agar bisa memperoleh pengaruh yang positif.
Kegiatan ini mencerminkan langkah konkret FEBI UIN Mahmud Yunus Batusangkar dalam membina budaya kampus yang harmonis dan kondusif bagi perkembangan akademik. Ke depannya, diharapkan mahasiswa mampu menerapkan nilai-nilai ini dalam kehidupan profesional mereka, membawa semangat integritas, moralitas, dan profesionalisme yang tinggi sebagai wujud dari pengamalan ajaran Islam dalam dunia akademik dan pekerjaan.

