Tanah Datar, 31 Maret 2026 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Mahmud Yunus Batusangkar kembali menunjukkan kontribusi nyata dalam pembangunan daerah. Salah satu dosen muda FEBI, Mohammad Aliman Shahmi, M.E., CIPM, dipercaya menjadi narasumber dalam kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kabupaten Tanah Datar.
Kegiatan strategis tersebut menjadi forum penting dalam merumuskan arah kebijakan pembangunan daerah yang partisipatif dan berkelanjutan. Kehadiran akademisi dalam forum ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara dunia pendidikan tinggi dan pemerintah daerah.
Dalam pemaparannya, Mohammad Aliman Shahmi menekankan pentingnya transformasi struktural ekonomi daerah sebagai langkah strategis untuk meningkatkan daya saing dan kesejahteraan masyarakat. Berdasarkan analisis yang disampaikan, terdapat sejumlah tantangan utama yang dihadapi Kabupaten Tanah Datar, di antaranya kesenjangan nilai tambah ekonomi, dominasi sektor primer, serta kerentanan terhadap bencana alam.

Sebagai solusi, ia menawarkan pendekatan berbasis growth engine melalui penguatan tiga sektor utama, yaitu agroindustri, pariwisata nagari, dan pengembangan ekonomi berbasis syariah. Ketiga sektor tersebut dinilai memiliki potensi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Selain itu, disampaikan pula pentingnya sinkronisasi perencanaan dan penganggaran antara pemerintah pusat, daerah, serta keterlibatan sektor swasta guna memastikan efektivitas implementasi program pembangunan. Pendekatan skenario moderat yang realistis namun tetap optimis menjadi strategi yang diusulkan untuk mencapai target pertumbuhan yang terukur.
Partisipasi dosen FEBI dalam Musrenbang ini merupakan wujud nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat. Keterlibatan akademisi diharapkan mampu memberikan perspektif ilmiah dan solusi berbasis riset dalam proses pengambilan kebijakan publik.
Dekan FEBI UIN Mahmud Yunus Batusangkar, Prof. Rizal, dalam keterangannya menyampaikan apresiasi atas kontribusi dosen dalam forum strategis tersebut. Ia menegaskan bahwa keterlibatan aktif dosen di ruang-ruang kebijakan publik merupakan bagian dari komitmen FEBI untuk menghadirkan keilmuan yang berdampak nyata. “Kami mendorong seluruh dosen untuk terus berperan aktif dalam pembangunan daerah melalui kontribusi pemikiran, riset, dan pengabdian. Kehadiran akademisi dalam Musrenbang menjadi bukti bahwa kampus tidak hanya sebagai pusat ilmu, tetapi juga sebagai mitra strategis pemerintah dalam merumuskan kebijakan yang berbasis data dan analisis ilmiah,” ujarnya.
Melalui kontribusi ini, FEBI UIN Mahmud Yunus Batusangkar terus berkomitmen menjadi institusi pendidikan tinggi yang impactful, tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga dalam mendukung pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat secara luas.

