Perkuat Ekosistem Triple Helix, Inkubator Bisnis UIN Mahmud Yunus Batusangkar Gelar Sekolah Bisnis bagi Koperasi Desa Merah Putih Syariah

Batusangkar, Inkubator Bisnis UIN Mahmud Yunus Batusangkar memperkuat ekosistem triple helix (akademisi–pemerintah–pelaku usaha) melalui pelaksanaan Sekolah Bisnis bagi 35 pengurus Koperasi Desa Merah Putih Syariah. Program ini resmi diluncurkan pada 21 Januari 2026 dan dihadiri oleh Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap penguatan kapasitas kelembagaan koperasi.

Sekolah Bisnis ini dirancang sebagai program pendampingan terstruktur yang berlangsung selama delapan kali pertemuan. Materi yang diberikan mencakup empat modul utama, yakni laporan keuangan, perencanaan bisnis, etika bisnis dalam ekonomi syariah, dan digitalisasi koperasi. Keempat modul tersebut disusun untuk menjawab kebutuhan riil koperasi desa dalam meningkatkan tata kelola, akuntabilitas, dan daya saing usaha.

Hingga 4 Februari 2026, program telah menuntaskan satu modul awal, yaitu laporan keuangan koperasi. Modul ini diampu langsung oleh dosen dari Kelompok Keilmuan Akuntansi Syariah, yaitu Desy Farina, S.E., M.Si., Ramadanis, S.E.Sy., M.E., dan Winda Wulansari, M.S.Ak. Para pengampu memberikan pendampingan teknis terkait pencatatan keuangan koperasi yang tertib, transparan, dan sesuai prinsip akuntansi koperasi serta nilai-nilai syariah.

Direktur Inkubator Bisnis UIN Mahmud Yunus Batusangkar, Dr. Nil Firdaus,M.A, menyampaikan bahwa penguatan literasi keuangan merupakan fondasi utama bagi keberlanjutan koperasi. Laporan keuangan yang baik tidak hanya menjadi alat kontrol internal, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam membangun kepercayaan anggota dan mitra.

Melalui Sekolah Bisnis ini, koperasi diharapkan semakin siap melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) secara profesional dan berbasis data. RAT yang didukung laporan keuangan yang akurat dinilai akan mendorong pengambilan keputusan yang lebih rasional, transparan, dan partisipatif.

Ke depan, program ini juga diarahkan untuk mendorong transformasi digital dan penguatan etika bisnis syariah agar koperasi desa mampu beradaptasi dengan dinamika ekonomi sekaligus tetap berlandaskan nilai-nilai syariah. Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan pelaku koperasi menjadi kunci dalam membangun ekosistem ekonomi desa yang sehat dan berkelanjutan.-MAS

Leave a Reply