Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Mahmud Yunus Batusangkar melalui program Inkubator Bisnis FEBI kembali menunjukkan komitmennya sebagai fakultas berdampak dengan menyelenggarakan Sekolah Bisnis Koperasi Syariah pertemuan ke-3 pada Rabu, 25 Februari 2026. Kegiatan ini mengangkat tema Manajemen Koperasi Syariah dan ditujukan untuk memperkuat kapasitas tata kelola serta profesionalisme pengelola Koperasi Desa Merah Putih Syariah di Kabupaten Tanah Datar.
Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber dari konsorsium manajemen, yakni Dr. Himyar Pasrizal, S.E., M.M. CIFA dan Khairul Marlin, S.E., M.Kom., M.M., CRMP., CRGP. Dalam pemaparannya, Dr. Himyar Pasrizal menekankan pentingnya manajemen koperasi berbasis prinsip syariah yang terintegrasi antara aspek perencanaan strategis, pengorganisasian, kepemimpinan, hingga pengendalian. Menurutnya, koperasi syariah tidak hanya berorientasi pada profitabilitas, tetapi juga keberlanjutan usaha dan pemberdayaan anggota sebagai pemilik sekaligus pengguna jasa.

Sementara itu, Khairul Marlin menyoroti urgensi tata kelola risiko (risk governance) dan penguatan sistem informasi manajemen koperasi. Ia menjelaskan bahwa koperasi desa harus mampu beradaptasi dengan dinamika regulasi, digitalisasi layanan, serta tuntutan akuntabilitas publik. Implementasi manajemen risiko dan prinsip good cooperative governance menjadi fondasi penting dalam menjaga kepercayaan anggota dan masyarakat.
Kegiatan ini diikuti secara antusias oleh para pengurus dan pengelola koperasi desa, yang berdiskusi aktif mengenai tantangan pengelolaan pembiayaan, peningkatan kualitas SDM, serta strategi ekspansi usaha berbasis potensi lokal. Melalui pendekatan partisipatif, peserta tidak hanya memperoleh penguatan konseptual, tetapi juga pendampingan praktis dalam merancang sistem manajemen yang aplikatif.
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Prof. Dr. H. Rizal, M.Ag, CRP, SS, dalam penguatannya menyampaikan bahwa Sekolah Bisnis Koperasi Syariah merupakan bagian dari transformasi FEBI sebagai fakultas berdampak. Ia menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak boleh berhenti pada fungsi akademik semata, tetapi harus hadir secara nyata dalam menyelesaikan persoalan ekonomi masyarakat, khususnya pada sektor koperasi desa yang menjadi tulang punggung ekonomi kerakyatan.
“Penguatan manajemen koperasi syariah adalah langkah strategis untuk menciptakan ekosistem ekonomi desa yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan. FEBI berkomitmen untuk terus mendampingi koperasi melalui edukasi, riset terapan, dan pengabdian masyarakat yang solutif,” tegasnya.
Dengan terselenggaranya pertemuan ke-3 ini, Inkubator Bisnis FEBI UIN Mahmud Yunus Batusangkar diharapkan semakin memperkokoh peran strategisnya dalam mendampingi pengelola Koperasi Desa Merah Putih Syariah Kabupaten Tanah Datar menuju koperasi yang unggul, adaptif, dan berdaya saing.

